.
CIMANDE .........: Nama daerah 20 Km dari Kota Bogor, Tari Kolot Cimande, terletak di Desa
...................................Lembah Duhur, Kecamatan Caringin Kabupaten Bogor
CIMANDE......... : Nama kali yang selalu dipergunakan untuk mandi dan wudhu oleh para santri-santri diwaktu siang dan malam sehingga disebut CIMANDE .asal kata dari : CAI IMAN ANU HADE. Di sanalah daerah pesantren banyak para kiayi dan ulama-ulama mengajarkan Ilmu Beladiri Pencak Silat kepada santri-santrinya.
.
KELUARGA BESAR PADJADJARAN CIMANDE berdiri tanggal 23 Februari 1962 di Bogor, sehingga Bogor merupakan Pusat dari Keluarga Besar Padjadjaran Cimande.
.
PENCAK SILAT .: Asal kata dari PANCA : Lima Indra dan SILAT : Silaturahmi. Istilah populernya mengambil lima indra sebagai alat untuk membela diri dan mengambil hikmahnya menjadi panca kaki, silaturahmi yaitu suatu pekerjaan yang suci.
LIMA INDRA : Mata - Mulut - Telinga - Hidung - Lidah - serta tangan dan kai anggota tubuh yang dibutuhkan dan digunakan dalam ilmu Pencak Silat Cimande.
.
PENCAK SILAT ALIRAN/TRADISIONAL :
Dianggap penting dan tangguh oleh para inohong dan pendekar, apabila dapat melatih dan memelihara kelima indra tersebut di atas. Pencak Silat Cimande di samping memberikan pelajaran lebih yakin kepada kekuatan Tuhan serta percaya pada diri sendiri.
PENCAK SILAT CIMANDE : Diciptakan oleh para Alim Ulama yang memiliki Ilmu Lahir Bathin, lahir dari hasil Istiqoproh dan Istiqomah.
Diciptakan pada tahun 1835 oleh :
.
1. Embah Khair
2. Ayah Ursi
3. Eyang Atje
4. Ayah Otjod (Embah Haji Abdullah Somad) meninggal setelah menjadi Haji, makamnya terletak di Tarikolot Cimande Kabupaten Bogor.
PERKEMBANGAN :
Dikembangkan kepelosok tanah Jawa oleh Embah Khair pada tahun 1835 dan makamnya terletak di Tanah Sareal Bogor, murid utama mbah khair ialah Embah Dato, istilah dato ialah ajudan terkemuka Embah Khair, yang makamnya di Bantar Jati Kaum.
.
ALIRAN CIMANDE :
Disamping memberikan pelajaran-pelajaran beladiri juga memberikan pelajaran ilmu tubuh manusia (Panca Indera), atau Anatomi, juga memberikan pelajaran ilmu obat-obatan tradisional sampai turun menurun ke anak cucu, cicit dan anak didiknya.
.
KESIMPULAN ATAU KETERANGAN PENCAK SILAT CIMANDE :
Gerakan tubuh atau gerakan lima Indera sebagai alat untuk mempertahankan diri atau membela diri dengan menggunakan jurus lima indera/jasmani ilmu raga yang bertujuan untuk mecari keselamatan dunia dan akhirat, dan menjunjung tinggi rasa persatuan dan kesatuan yang sesuai dengan
.
motto Cimande BUDI - BHAKTI - SAKTI, dan arti Pencak Silat itu sendiri yaitu :
PENCAK : PANCA KAKI, dan SILAT : SILATURAHMI
.
CARA MEMPELAJARI ILMU BELADIRI CIMANDE :
.
1. Dengan kemauan yang keras tanpa paksaan
2. Dengan kesadaran tinggi tanpa disuruh
3. Dengan ketekunan, kesabaran dan sanggup ditabliq (disumpah) menurut agama yang dianut
4. Dikecer yang terkenal dengan PEUREH CIMANDE
5. Dilatih Kekebalan
6. Bersedia membeli ilmu-ilmu yang telah diajarkan dengan cara berpuasa.
.
SETELAH MEMPELAJARAI ILMU BELADIRI CIMANDE :
1. Untuk disimpan, dipelihara dan diamalkan/diajarkan.
2. Bertujuan membela Agama, Bangsa, dan Negara.
3. Dilarang untuk berbuat jahat, sombong, congkak dan jadi tukang pukul
4. Menyelamatkan diri di Dunia dan Akherat
5. Memelihara rasa Kesetiakawanan dan Toleransi Kesatuan dan Persatuan sesuai dengan
....sumpah Perguruan yang telah diajarkan.
.
TUJUAN UTAMA : Mencari keselamatan dunia akhirat, safaat dan barokah, kebahagiaan lahir dan batin.
TUJUAN II.......... : Bersilaturahmi mengembangkan ajaran agama.
TUJUAN III........ : Mendidik para pemuda-pemudi menjadi kuat, sehat jasmani dan rohani.
TUJUAN IV .........: Menerapkan ajaran perguruan intisari dari Guru Ratu Waga (Wong) Tuo Karo. Digugu Ditiru Sing Tuladan (Bi'at).
TUJUAN V ...........: Menanamkan tata tertib, disiplin, kekeluargaan sebelum latihan berbaris .memberikan penghormatan baik kepada guru, pelatih, pengurus dan para tamu, pembacaan Sumpah Perguruan dilanjutkan dengan berdo'a bersama .saling asah, saling asuh dan saling asih (gotong royong)
TUJUAN VI ..........: Menerapkan jurus-jurus, tidak lepas dari kaidah ajaran CIMANDE yang mempunyai arti tersendiri sesuai dengan ajaran-ajaran Al-Qur'an dan sejarah para nenek moyang penyebar agama
TUJUAN VII ........: Menerapkan percaya pada diri sendiri, berani karena benar takut karena.salah, tidak pengecut, tidak sombong dan lain-lain yang akan membawa.kehancuran lahir batin, Dunia dan Akhirat.
TUJUAN VIII ......: Menanamkan Kepercayaan : Para Guru, Masyarakat, Agama dan Pemerintah, Anggota dan Orang Tua, Perwujudan dari Budi - Bakti - Sakti. Menanamkan Kepercayaan : Para Guru, Masyarakat, Agama dan Pemerintah, Anggota dan Orang Tua, Perwujudan dari Budi - Bakti - Sakti.